Featured

Beauty

Tampilkan postingan dengan label Mahasiswi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mahasiswi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 April 2017

Panwascam Meral Barat

Islam Indonesia Dalam Konteks Tradisi dan Sunnah

    Tidak ada komentar:

Dalam bahasa Arab, kata tradisi diidentikkan dengan kata Sunnah yang secara harfiah berarti jalan, tabi’at, atau perikehidupan. Hal ini sesuai dengan hadits Nabi yang artinya: “Barang siapa yang mengadakan suatu kebiasaan yang baik, maka bagi orang tua akan mendapat pahala, dan pahala bagi orang yang melaksanakan kebiasaan tersebut.” Para ulama umumnya mengartikan bahwa yang dimaksud dengan kebiasaan yang baik itu adalah segenap pemikiran dan kreativitas yang dapat membawa manfaat dan kemaslahatan bagi umat. Yang termasuk dalam tradisi tersebut adalah mengadakan peringatan maulid nabi Muhammad SAW, Isra’ Mi’raj, tahun baru hijriyah dan sebagainnya.

Selanjutnya kata ”Sunnah” menjadi suatu istilah yang mengacu pada segala sesuatu yang berasal dari Nabi, baik dalam bentuk ucapan, perbuatan maupun ketetapan Nabi. Para ulama Muhadditsin, baik dari kalangan modern (khalaf) maupun kuno (salaf) menyamakan pengertian Sunnah tersebut dengan al-hadits, al-akhbar dan al-atsar. Atas dasar pengertian ini kaum orientalis Barat menyebut sebagai kaum tradisionalis kepada setiap orang yang berpegang teguh kepada al-sunnah Rasulullah SAW bahkan juga kepada mereka yang berpegang teguh kepada Al-Quran  (makanya, kita yang dituduh sebagai kaum tradisionalis jangan khawatir karena ini hanya tuduhan Barat). Islam Tradisi merupakan model pemikiran yang berusaha berpegang pada tradisi-tradisi yang telah mapan di masyarakat. Sedangkan Islam post-tradisi, bemaksud mendialogkan tradisinya dengan zaman modern.

Bagi PMII, tradisi adalah khazanah peradaban manusia. Tugas PMII adalah menyatakan kembali atau merujukkan dengannya agar tetap survive dalam konstelasi kehidupan masa kini, tentunya dengan penyesuaian-penyesuaian seperlunya. Perbedaan kita dengan kaum fundamentalis terletak pada penerimaannya pada tradisi. Ataupun dengan kaum modernis yang membuang tradisi dan ingin meniru Barat. Bedanya, Islam Fundamentalis membatasi tradisi yang diterima hanya sampai pada khulafa' al-rasyidin, sedang Islam Tradisi melebarkan sampai pada salaf al-shalih, sehingga kita bisa menerima kitab-kitab klasik sebagai bahan rujukan. Resikonya, memang terkadang bisa mengarah pada keteguhan memegang prinsip. Orang luar menyebutnya ekslusif, subjektif dan diterminis. Sedangkan kaum modernis ingin menafsirkan al-Qur’an dengan kerangka rasionalitas dan metode modern. Sikap Islam Tradisi yang tetap memegang teguh tradisi dan kemampuannya berdialog dengan modernisasi sebagaimana yang ditunjukkan NU dan PMII membuktikan bahwa tuduhan orang luar mengenai kelompok Islam tradisi tidak terbukti, sebab kita tetap bisa berdialog dengan modernitas, Cuma beda dialognya dengan kaum fundamentalis dan kaum modernis.

Istilah Islam Indonesia muncul sebagai peristilahan untuk menunjuk identitas keislaman masyarakat nusantara dalam menghadapi penetrasi kaum Arabis ataupun Barat. Islam Indonesia memang hasil persemaian agama dan tradisi yang jika kita angkat ke permukaan pasti tidak akan ada habisnya dan akan selalu terjadi pro dan kontra antara kaum modernis dengan kaum tradisionalis (seperti yang terjadi pada kasus Ahok). Sunnah dan tradisi lokal adalah sebuah fenomena pro dan kontra yang menghiasi pemikiran orang Islam sehjak zaman masa lalu. Intinya Dua pihak yang pro-dan kontra tersebut memiliki landasan sendiri-sendiri yang mereka anggap benar dan sesuai dengan Al-Quran. Oleh karena itu, perbedaan pendapat bukanlah sebuah permasalahan selama ada toleransi dengan saling menghormati satu sama lain, tetapi perbedaan itu akan menjadi masalah manakala tidak ada rasa saling menghormati satu sama lain. Islam Indonesia akan mampu memimpin peradaban dunia Islam ketika mampu memperkokoh eksistensinya dalam mengarungi kehidupan modern yang kompetetif.

Sabtu, 07 Januari 2017

Panwascam Meral Barat

Mahasiswi Selain Berprestasi Juga Harus Memiliki Pengalaman Berorganisasi

    Tidak ada komentar:

Keterlibatan seseorang dalam organisasi baik yang berbentuk organisasi formal maupun informal, didasari keinginan untuk memperoleh sesuatu seperti : keinginan untuk menambah pengetahuan, mengembangkan diri, atau sekedar memperluas jaringan pertemanan belaka dan memudahkan mencari pekerjaan di masa mendatang.

Jika kita mengamati, banyak sekali muncul organisasi di semua kalangan. Saya bersyukur melihat kecenderungan yang tampak di kampus Universitas Karimun saat ini, khususnya pada organisasi kemahasiswaan, perempuan telah mau masuk ke dalam sebuah sistem organisasi.

Sebagai mahasiswa saya melihat banyak perempuan yang terlibat di organisasi. Contohnya di organisasi yang sedang saya jalani yakni Hima MKP. Namun kebanyakan mereka hanya menjadi bunga-bunga atau penggembira, mereka tidak menempati kedudukan yang cukup penting dalam organisasi. Mungkin ini hal baru bagi mereka, dan juga bagi saya yang masih banyak belajar dalam berorganisasi. Namun kini saya cukup berbangga jika melihat sudah ada satu dua perempuan yang mau menduduki posisi ketua dalam organisasi.

Walaupun belum seperti yang diinginkan, dalam arti belum begitu banyak jumlahnya, kita patut mengancungkan jempol kepada perempuan-perempuan yang berani memilih untuk berorganisasi. Karena dari pandangan kasat mata saya, mahasiswa perempuan dalam mengembangkan dirinya masih sedikit dengan ruang yang terbatas. Otomatis peluang dalam mencapai segala sesuatu sangat sulit di raih ketimbang seorang mahasiswa lelaki yang aktif di organisasi. Setidaknya relasilah dapat dibangun dalam organisasi tersebut.

Sejauh ini masih kita dapati keenganan pada diri mahasiwa perempuan untuk terlibat penuh dalam organisasi. Banyak hal mengapa kondisi seperti ini terjadi, satu diantaranya adalah: system pendidikan yang mengkondisikan agar setiap mahasiwa harus menyelesaikan target tertentu dalam SKS, yang harus dicapai dalam waktu tertentu. Sehingga mahasiswa banyak disibukkan dengan tugas-tugas dan dan kewajiban lainnya, agar ia mendapat nilai yang baik dan lulus dengan waktu yang singkat.

Pada masa yang mendatang, kita semua berharap mahasiswa khususnya mahasiwi dapat lebih berperan dalam organisasi termasuk di dalamnya mau menempati kedudukan penting. Mahasiwa perempuan diharapkan terus membekali dirinya dengan pengetahuan dan kualifikasi perilaku perilaku yang terpuji agar dapat meraih posisi/kedudukan penting tersebut.

Hidup Mahasiswi!
Dewi Asmarita
(Ketua Biro Pengembangan Media Informasi dan Komunikasi HIMA MKP Universitas Karimun)
Panwascam Meral Barat

Gerakan Baru ; Membentuk Tiang Negara Untuk Melahirkan Generasi Emas

    Tidak ada komentar:


Dalam kehidupan bermasyarakat, tentunya banyak hal yang selalu bisa menjadi alasan untuk diperdebatkan. Salah satunya adalah tentang peran perempuan. Secara kodrati, perempuan memang identik dengan perannya yang berada di balik layar atau di bawah peran para lelaki. Namun perlu kita pahami bahwa seks; yang secara kodrati dimiliki tiap manusia dan bersifat mutlak, berbeda dengan gender yang merupakan bentuk konstruksi sosial dari masyarakat sekitar.

Gender dipersoalkan karena secara sosial telah melahirkan perbedaan peran, tanggung jawab, hak dan fungsi serta ruang aktivitas laki-laki dan perempuan dalam masyarakat. Perbedaan tersebut akhirnya membuat masyarakat cenderung diskriminatif dan pilih-pilih perlakuan akan akses, partisipasi, serta kontrol dalam hasil pembangunan laki-laki dan perempuan.

Budaya yang mengakar di Indonesia kalau perempuan hanya melakukan sesuatu yang berkutik di dalam rumah membuat ini menjadi kebiasaan yang turun temurun dan sulit di hilangkan. Karena itulah muncul ideologi feminisme yang bertujuan untuk menyetarakan status laki-laki dan perempuan.

Perempuan di ibaratkan tiang negara, tanpa tiang negara akan jatuh. Salah satunya dalam hal perubahan sosial. Di era globalisasi ini, saya rasa sudah tidak jamannya lagi menimbang kemampuan seseorang berdasarkan jenis kelamin. Belum tentu para lelaki bisa lebih baik dari para wanita, begitu juga sebaliknya. Mereka memiliki porsi hak dan kewajiban yang seharusnya sama.

Perempuan sangat dibutuhkan kontribusinya di ruang publik agar kaumnya tidak lagi dipandang sebelah mata. Persepsi masyarakat tentang kaum perempuan tidak akan berubah tanpa adanya suatu gebrakan yang dilakukan oleh kaum perempuan. Mereka wajib membuktikan kemampuan dan memperlihatkan mereka demi tercapainya tujuan tersebut.

Hidup Mahasiswa!
Hidup Wanita!
Tri Minarni ( Pengurus Hima Akutansi, Fakultas Ekonomi, UIN-SUSKA )
Panwascam Meral Barat

"Kita Harus Bisa" Wanita di Mata PMII

    Tidak ada komentar:
Bagaimana PMII memandang perempuan? Menurut saya, dengan memutuskan untuk mengikuti  PMII dan berkecimpung di dalamnya, para perempuan telah menempuh langkah positif untuk membuktikan kemampuan kaumnya. Bergabungnya perempuan dalam PMII akan memperluas ruang lingkup mereka untuk bergerak di publik.

Bukan hal aneh PMII dipimpin oleh seorang wanita meskipun sering dalam banyak kegiatan perempuan diberi tugas yang sangat feminin seperti MC, protokol, hingga konsumsi. Ya, tugas-tugas tersebut memang begitu identik dengan perempuan.

Namun, bagi saya, tetap saja PMII sangat berkontribusi bagi para kader perempuannya dalam mengepakkan sayap serta memfasilitasi mereka suatu ruang untuk lebih leluasa terbang di ranah publik. Itulah sebabnya wajib bagi para kader perempuan PMII untuk memanfaatkan kesempatan emas ini dengan sebaik-baiknya

Perlu diingat bahwa memperjuangkan hak perempuan tidak sama dengan berasumsi bahwa perempuan harus berada satu jenjang lebih tinggi di atas kaum lelaki. Bagaimanapun, perempuan memang berada di bawah lelaki dan itu adalah ketentuan Tuhan.

Memperjuangkan feminisme bertujuan untuk menyingkirkan anggapan-anggapan masyarakat yang selalu megaitkan perempuan dengan kelemahan, kerapuhan, dan kebodohan. Perjuangan RA Kartini harus dilanjutkan. Bukankah surga berada di bawah telapak kaki ibu yang tentunya perempuan? Hal tersebut membuktikan bahwa meskipun ditakdirkan berada di bawah laki-laki, perempuan tetap saja istimewa. Perempuan haruslah cerdas dan tangguh karena dari rahimnya lah kelak akan lahir para penerus dan pemimpin bangsa.

Tak mungkin rasanya berharap para penerus bangsa kelak akan cerdas, tangguh dan berakhlak mulia apabila ibundanya hanya berdiam diri di kamar tanpa memberikan kontribusi yang berharga di ruang publik. Sekali lagi, perempuan selalu istimewa. Mari kita manfaatkan keistimewaan tersebut dengan sebaik-baiknya.

Salam Pergerakan!
Juni Putri Yani

Selasa, 11 Oktober 2016

Panwascam Meral Barat

Sukses Karena Kuliah Banyak Tetapi Yang Tidak Sedikit

    Tidak ada komentar:

Pendidikan adalah salau satu indikator dalam menciptakan sumber manusia yang berkualitas, serta berdaya saing dan pribadi yang unggul. Sistem pendidikan yang buruk akan berubah menjadi bom waktu bagi sekolah, kampus, daerah hingga bangsanya jika tanpa sedikitpun melakukan perubahan dalam tatanannya. 

Realita yang ada pendidikan di indonesia sekarang telah berevolusi dari berbagai aspek. Seperti kurikulumnya, status negeri, kualifikasi tenaga ahli, hingga prestasi di semua level adalah contoh yang telah megalami evolusi. Itulah keberhasilam pemerintahan kita dalam kurun 20 tahun terakhir.

Pendidikan patut disinggung akan eksitensinya pada masyarakat indonesia. Dalam hal tersebut pendidikan menjadi pemeran utama dalam setiap kegiatan di masyarakat. Akan tetapi masyarakat menyikapi pendidikan perguruan tinggi bukanlah salah satu syarat mutlak untuk menjadi sukses. Mereka berpandangan pendidikan perguruan tinggi hanya sebagai penunjang, pendidikan dibawahnya barulah syarat mutlak untuk menjadi orang sukses. Contoh ijazah SMA dan sejenisnya dijadikan syarat bagi orang tua demi mendapatkan pekerjaann anaknya, tetapi melanjutkan ke bangku kuliah hanya sebagai pilihan mereka. Mereka meyakini dan percaya, rentan 12 tahun sudah lebih dari cukup untuk dilepaskan untuk mengarungi hidup.

Lebih parahnya lagi, ungkapan "sukses merupakan tujuan hidup seseorang tanpa dipengaruhi oleh pendidikan, garis tangan kita pada hakekatnya sudah di tentukan jadi tidak perlu sekolah atau kuliah lagi. Lihat saja pengusaha sukses, pendidikannya hanya tamat SD".

Diluar konteks pemasalahan seperti kedaan ekonomi yang menimpa, ketidakmampuan daya serap, permasalahan keluarga serta minimnya hasrat untuk melanjutkan kuliah. Sebenarnya harus digalakkan dengan sebuah dorongan mental demi melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi, dan kewajiban tersebut adalah tugasnya pemerintah. Melakukan manuver-manuver yang tepat dimana sasarannya mereka adalah orang yang cenderung berfikir pendidikan perguruan tinggi terebut tidaklah penting.

Tidak mudah untuk menjadi seorang sarjana. Namun menjadi seorang sarjana adalah suatu keharusan di abad ini. Teknologi semakin maju, ilmu terus berubah, pantangan adat menjadi kenangan, bahasa mengalami pelebaran dan semuanya mengalami perubahan. Menjadikan isyarat bahwa lulusan tingkat SMA tidak akan bisa menyesuaikan diri seiring perkembangan dunia semakin membutuhkan skill dari setiap individu. Kebanyakan masyarakat indonesia, tuntutan zaman seperti di atas tanpa sedikit pun tersugesti langsung untuk berubah dari cara berpandangan tersebut.

Adapun pola pikir primitif semacam ini dilihat sudah hilang secara perlahan, akar permasalahannya pemerintah telah temukan titik terang. Namun hanya ada di kota-kota besar dengan pengaruh lingkungan pendidikan yang baik dengan sistem yang terstruktur pada sekitarnya. Untuk di kota berkembang rasanya tidak, malah pola fikir tersebut makin bertambah.

Keterlambatan pola fikir semacam ini kemudian hari akan menjadi pemicu bangsa indonesia lamban dalam hal menciptakan SDM yang berkualitas. Lihat negeri jiran Malaysia, dengan sistem pendidikan yang terintegrasi menjadikan mereka optimis menjadi negara maju pada tahun 2020. Indonesia kapan? Yang saya ketahui targetnya 2025. Jauh sekali? Wajar, mengelola rakyat yang banyak dengan beragam permasalahan begitu sulit ketimbang mengelola rakyat yang sedikit.

Tetapi apakah target tersebut bisa tercapai dengan tingkat kesadaran pendidikan perguruan tinggi yang masih rendah di daerah lingkungan perdesaan? Pesimis dikalangan akademisi mulai mengintai, rakyat kritis mulai mempetanyakan peran parlemen, pemerintah di anggap tidak optimal dalam implementasinya.

Selasa, 30 Agustus 2016

Panwascam Meral Barat

"KECERDASAN" Sambungan Dari Artikel "Tidak Eksisnya Tuhan Berarti Keadilan Untuk Seluruh Manusia"

    Tidak ada komentar:

Berangkat dari artikel kemarin yang berjudul “Tidak Eksisnya Tuhan Berarti Keadilan Untuk Seluruh Manusia” kali ini saya ingin membahas mengenai keberadaan Tuhan di sekitar kita, bahwa Tuhan bisa kita temukan di setiap saat dan di semua tempat jika kita merenung dan berfikir secara tulus dan benar. Pengetahuan manusia dapat mengantarnya kepada pengakuan tentang wujud dan kuasa-Nya, mengenalnya melalui hasil ciptaan-Nya, menjangkau-Nya melalui dampak kuasa-Nya, serta merasakan hakikat kebesaran-Nya dengan melihat aneka Kebijakan-Nya.

Baiklah, agar tidak memperpanjang mukadimmah langsung saja simak penjelasannya.

Akhir-akhir ini banyak cendekiawan memperkenalkan aneka kecerdasan manusia, antara lain IQ (Kecerdasan Intelektual), EQ (kecerdasan Emosional), SQ (Kecerdasan Spiritual). Kecerdasan spiritual melahirkan iman yang kukuh dan rasa serta kepekaan yang mendalam. Kecerdasan semacam inilah yang menegaskan wujud Tuhan yang dapat ditemukan dimana-mana. Kecerdasan ini melahirkan kemampuan untuk menemukan makna hidup, serta memperhalus budi pekerti, dan dia juga melahirkan mata ketiga dan indra keenam bagi manusia.

Dia yang mengantar manusia percaya kepada hal-hal bersifat gaib yang tidak bertentangan dengan kecerdasan intelektualnya. Bukan gaib yang merupakan takhyul dan khufarat. Bukan gaib yang menjadikannya percaya kepada angka 13 atau mengundangnya mengkafankan kucing yang ditabraknya dengan pakaiannya lalu menguburkannya, tetapi menabarak manusia melarikan diri.

Baca juga artikel : Tidak Eksisnya Tuhan Berarti Keadilan Seluruh Manusia

Kecerdasan emosional menjadikan manusia mampu mengendalikan nafsu bukan membunuh dan meniadakannya. Kecerdasan ini melahirkan pengendalian diri, bukan penyangkalan dan peniadaan pribadi. Emosi dan nafsu yang terkendali sangat kita butuhkan, sebab keduanya merupakan di antara sekian factor yang mendorong terlaksananya tugas kekhalifahan di muka bumi yakni membangun dunia sesuai dengan kehendak dan tuntunan Ilahi. Kecerdasan ini diantara lain mengajarkan kita marah pada tempatnya, dan dengan kadar serta yang tepat pula.

Kecerdasan emosional mendorong lahirnya ketabahan dan kesabaran menghadapi segala tantangan dan ujian. Kecerdasan ini yang dapat menjadikan jiwa manusia seimbang, keseimbangan yang dapat menjadikan berfikir logis, objektif bahkan memiliki kesehatan  dan keseimbangan tubuh. Siapa yang berfungsi dengan baik kecerdasan emosi dan spiritualnya, maka akan selamat pula anggota badannya dari segala kejahatan dan selamat pula hatinya dari segala yang maksud buruk.

Kecerdasan ketiga  yang kita butuhkan adalah kecerdasan intelektual. Akan tetapi, jika tidak dibarengi dengan kedua kecerdasan di atas, maka manusia bahkan kemanusiaan seluruhnya akan terjerumus ke dalam jurang kebinasaan. Ia akan menjadi seperti kepompong yang membakar dirinya sendiri karena “kepintarannya”. Harus diingat bahwa kebodohan bukanlah sekadar lawan dari banyaknya pengetahuan, karena bisa saja seorang memiliki informasi yang banyak tetapi apa yang diketahuinya tidak bermanfaat baginya. Dalam salah satu nasihat kepada anaknya, Luqman Al-Hakim berpesan : “Hai anakku, tidak ada baiknya mempelajari apa yang belum engkau ketahui, selama engkau belum memanfaatkan apa yang telah engkau ketahui. Ini seperti pengumpul kayu yang tak mampu memikulnya, tetapi ia menambah lagi kayu yang lain untuk dipikulnya.”

Kini, maukah kita menggunakan aneka kecerdasan itu secara terpadu? Jika kita mau bertekad, Insya Allah Yang Maha Kuasa akan “menampakkan” diri-Nya kepada kita, dan ketika itu Dia akan mencintai kita.

Kamis, 04 Agustus 2016

Panwascam Meral Barat

Karena Cadar

    Tidak ada komentar:

Hari ini bukanlah membahas kelompok saparartis, ISIS, kelompok santoso atau lainnya. Tapi adalah dua wanita bercadar yang berada di rubrik ulasan tadi. Mengutip dari artikel seseorang yang mengatakan ''Kalau bercadar nanti tertutup dan susah mendapatkan jodoh", tulisan ini hadir sebagai jawaban bagi wanita muslim yang belum ingin merasakan nikmatnya berhijrah ke jalan yag benar.

Jika masih ada yang berkeyakinan seperti ini, maka silahkan lihat dan tanya apakah ada wanita yang bercadar yang berumur di atas 25 tahun yang masih belum menikah? Maka akan sangat susah mendapatkannya. Belum lagi mereka genap berumur 20 tahun sudah banyak laki-laki yang bertanya apakah ia sudah siap menikah sehingga bisa dilamar. Seperti cerita di awal tadi. Saya saja bertanya, karena berbagai faktor dan pertimbangan, saya urungkan niat untuk menggaetnya menjadi pendamping hidup.

Yang mencari mereka tentu laki-laki yang bertangggung jawab. Menikahi mereka bukan semata-mata karena kacantikan tetapi karena agama dan akhlaknya dan inilah yang bahan bakar utama kebahagiaan rumah tangga sampai menjadi pasangan abadi di akhirat kelak. Malah yang sering di dengar adalah para wanita “kurir” yang susah mendapatkan jodoh. Entah karena sibuk bekerja atau mencari yang lebih tinggi di atas mereka. Sudah berumur hampir mendekati menopouse masih saja kesulitan mencari jodoh.

Pakai cadar dan jilbab besarnya gerah dan panas
Neraka lebih panas lagi. Segala sesuatu butuh pengorbanan. Ini sama seperti jawaban kalian kepada mereka yang belum berjilbab dan menutup aurat. Mereka yang belum berjilbab juga merasa nantinya akan kepanasan dan gerah jika memakai jilbab. Maka sama juga dengan kalian sekarang yang belum memakai cadar atau purdah. Ini hanya masalah kebiasaan. Jika sudah terbiasa maka perasaan gerah dan panas akan hilang dan juga jika mamatuhi perintah Allah dan Rasul-Nya dengan tidak sering-sering keluar rumah. Maka perasaan panas dan gerah bisa diminimalkan.

Motivasi untuk Memakai Cadar
Siapa lagi kalau bukan kalian? Kalian wanita muslimah yang telah Allah karuniakan hidayah untuk peduli terhadap agama ini. Janganlah berharap kepada kebanyakan manusia, karena mereka tenggelam dengan kenikmatan dunia dan lupa bahkan pura-pura lupa terhadap agama. Apalagi mau menolong agama Allah dengan menjaganya. Kita yang mau peduli terhadap agama sangat sedikit dan janganlah kita mengikuti kebanyakan manusia di muka bumi. Allah Ta’ala berfirman,

“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).” [Al-An’am: 116]

Siapa lagi yang akan mengenalkan ajaran cadar kepada manusia? Siapa lagi yang akan menolong agama Allah? Siapa lagi yang melestarikan sunnah agar tidak punah dimuka bumi? Cadar dan sunnah yang lain sudah terasing, apakah ia hendak punah lenyap tak berjejak? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,

“Pada awalnya Islam itu asing dan Islam akan kembali asing sebagaimana pada awalnya. Sungguh beruntunglah orang-orang yang asing.” [HR Muslim no. 389]

Kalian merintis dan memberikan contoh, pahala akan terus mengalir
Ini adalah kesempatan emas. Dimana jika kalikan merintis sunnah ini disaat keterasingan cadar merajalela. Renungkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Barang siapa yang merintis kebiasaan yang baik [sunnah] dalam Islam maka untuknya pahalanya dan pahala orang yang melakukannya setelahnya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun.” [HR Muslim no 2398]
Panwascam Meral Barat

14 Manfaat Ketika Muslimah Menggunakan Cadar

    Tidak ada komentar:
Cadar adalah sejenis pakaian wanita yang menutup hingga sebagian wajah. Pemakain cadar memang sudah mulai banyak terlihat pada lingkungan kita. Di negara Indonesia saja, suda banyak para wanita yang mengenakan cadar dalam kegiatan sehari-harinya. Ada beberapa yang memakai ke kantor, ke pasar, dll.

Sudah tidak menjadi hal yang tabu lagi bagi masyarakat kita jika melihat wanita-wanita yang menggunakan cadar di kesehariannya. Menarik sekali ketika menemukan sebuah tulisan yang mengunggah pembahasan ini menjadi layak untuk di komsumsi bagi kalangan wanita muslim yang berhijab/non hijab. Judulnya begini " Cadar Menurut Ajaran Yahudi, Nasrani, Hindu, Budha, Kejawen & JIL ".

Sebelumnya wanita bercadar kita lihat hanya berada di negara bagian arab dan sekitarnya. Namun sekarang tidak hanya di Indonesia saja, bahakan di beberapa negara lainnya juga sudah ada kelompok-kelompok wanita yang bercadar. Wanita yang menggunakan cadar tidak terliat sebagian dari wajahnya, hanya mata saja yang terlihat selebihnya tertutup.

Wajibkah Mengenakan Cadar?
Muncul beberapa pertanyaan dalam masyarakat, khususnya yang beragama islam. Apakah memakai cadar hukumnya wajib? Dalam kita suci Al-quran, terdapat beberapa ayat mengenai aturan menutup aurat bagi wanita dan mengenai perintah berjilbab. Allah memerintahkan untuk menutup auratnya bagi wanita.

Bercadar sebenarnya adalah salah satu cara wanita untuk menutup aurat mereka. Beberapa para ulama mengatakan tidaklah wajib memakai cadar, namun jika memakainya wanita akan mendapatkan pahala. Akan tetapi ada lagi beberapa ulama lainnya yang mengungkapkan kewajiban menggunakan cadar bagi wanita.

Banyak terjadi pro dan kontra mengenai hal ini. Sebenarnya bercadar sudah ada sejak zaman Nabi, wanita-wanita pada zaman Nabi menggunakan cadar. Ada beberapa surat dalam Al-quran yang membahas tentang menutup aurat dan memakai kerudung atau jilbab bagi wanita.

Ayat Al-Quran Tentang Perintah Berjilbab
Dalam Al-quran Allah memerintahkan setiap wanita untuk menutup auratnya, QS. An-nuur : 31 yang artinya:
“Hendakla mereka menahan pandangannya dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampak perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutup kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkkan perhiasannya kecuali pada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak memiliki keinginan (terhadap wanita), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat ,mereka. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”

Itu hanya satu dari beberapa ayat yang menerangkan mengenai perintah-perintah berjilbab. Masih banyak lagi ayat-ayat lainnya yang membahas mengenai hal tersebut. Jadi terjawablah jawaban kita, Nabi Muhammad S.A.W menganjurkan umatnya yang wanita memakai jilbab dan dalam Al-quran Allah S.W.T telah memerintahkan untuk menutup aurat.

Sebenarnya memakai cadar adalah bentuk dari menutup aurat mereka para wanita. Memakai cadar tidaklah di wajibkan, namun jika dikerjakan akan mendapatkan pahala. Akan tetapi yang harus kita ingat, memakai jilbab dan menutupi aurat adalah WAJIB.

Menggunakan cadar ternyata mempunyai banyak manfaat bagi wanita dalam kehidupan sehari-hari. Di wilayah Arab dan sekitarnya, mereka menggunakan cadar juga untuk menghindari diri dari debu dan kotoran yang beterbangan. Diketahui wilayah Arab termasuk wilayah yang tandus sehingga debu dan kotoran sangat mudah beterbangan karena di bawa angin yang kencang. Tidak hanya untuk menutupi aurat saja, ada banyak manfaat lainnya yang mungkin belum kita ketahui tentang menggunakan cadar.

Manfaat Menggunakan Cadar

  1. Menutupi aurat. Hal pertama dari manfaat bercadar ialah menutupi aurat bagi wanita. Kita tela mengetahui tentang perintah Allah S.WT untuk menutup aurat dan bercadar termasuk menutup aurat.
  2. Menghindari berbagai macam fitnah.
  3. Terhindar dari debu dan kotoran-kotoran.
  4. Memperkecil bahaya dari polusi udara.
  5. Memberikan perlindungan dari efek sinar matahari.
  6. Melindungi wanita dari berbagai bentuk kejahatan dan godaan dari kaum adam.
  7. Dapat membantu lelaki untuk menjaga pandangannya.
  8. Agar tertutup kesempatan dalam perzinaan dan perselingkuhan.
  9. Agar memuliakan seorang wanita dan lelaki tidak bisa menilai wanita dari bentuk fisiknya saja.
  10. Mengurangi kerusakan moral yang terjadi di masyarakat.
  11. Supaya wanita tidak terlihat menggoda.
  12. Membantu menentramkan hati para lelaki dan lebih khusyuk beribadah serta tidak terus mengingat wajah wanita.
  13. Supaya suami lebih tenang dan tidak mudah cemburu kepada istrinya.
  14. Mendapatkan pahala dari Allah S.W.T
Itulah beberapa manfaat dari menggunakan cadar bagi wanita. Jadi tidak hanya untuk menutupi aurat saja, akan tetapi banyak manfaat lainnya yang sangat penting kita perhatikan.

Senin, 25 Juli 2016

Panwascam Meral Barat

Mencari Yang Sempurna | Bagian 1

    Tidak ada komentar:


Jika membaca situasi anak muda zaman sekarang rasanya tepat jika isu ini disinggung dalam blog  irudnews.com. Pemuda-pemudi yang sadar akan masa depan telah berani untuk beranjak ke jenjang yang berikutnya, fenomena nikah di usia mudapun sudah merambah di berbagai daerah. Tak mau ikut ketinggalan, akhir-akhir ini karimun di isi dengan berita-berita pernikahan anak muda. Dengan modal cinta dan harapan mereka yakin bahwa inilah jodohnya, kekasihnya sepanjang hayat, dan pasangan yang bisa membuat rumah tangga kelak menjadi sakinah mawadah warohmah.

Lalu, bagaimana dengan nasib yang belum mempunyai calon suami/istri –bukan pacar-. Bersabarlah, ya itu la jawabannya. Rasanya mudah sekali menjawab sabar, namun berat sekali untuk menjalaninya. Ketika teman sudah mulai menjalani bahtera rumah tangga, kita selalu dihadapkan dengan pergantian pasangan yang selalu tak berujung manis, silih berganti. Alhasil, fakta yang terjadi di era modern ini memang seperti itu. Sedikit ditemui pemuda/i yang konsisten dan selalu beristiqomah untuk tidak terjerumus ke dalam dunia percintaan, terlebih menjaga pandangan dari lawan jenis. Walau ada, mereka itulah manusia yang tidak akan rugi. Sebab jodoh yang mereka dapatkan kelak akan sama seperti kepribadian, akhlak dan amal mereka.
Jodoh adalah cerminan diri kita. Semua orang beriman percaya itu, konsep jodoh seperti ini. “jika kita bergaul dengan tukang minyak tentu kita akan bau minyak, kalau kita dekat dengan tukang parfum baju kita pastilah bau parfum”. 
An-Nur ayat 26 :
Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga).
Namun di lain waktu, terkadang ada wanita sholehah mendapatkan suami seorang pemuda mantan preman. Percaya atau tidak hal ini bukan tanpa alasan, Allah mempertemukan selalu mempunyai sebuah alasan, nalar kita terbatas, apa yang tuhan lakukan tidak bisa kita menduga. Inilah rahasi-Nya. Jika menganalisis hukum sebab-akibat tersebut, pemikiran positif harus diutamakan, boleh jadi Allah melakukan tersebut untuk mengajarkan kepada wanita sholeha, baik itu kesabaran, kepercayaan, dan juga memberi cobaan tantangan yang semakin seorang sholeha semakin tingkat cobaaan yang diterpanya. Alasan yang lebih logis lagi adalah kemungkinan dengan jalan seperti itu sang pemuda bisa terbawa kejalan yang baik. wawlahu’alam.
Pada dasarnya, manusia tidak berhak mengira-ngira jodohnya siapa, karena sungguh yang mengatur hal itu adalah sang maha pembolak balik hati yang mengetahui setiap isi hati yang tersembunyi, pemilik bumi cinta dan seluruh isinya. Tugas manusia sebagai mahluk adalah terus memperbaiki diri. memang tidak dipungkiri di dalam hati berharap, “semoga dia adalah jodohku” bahkan tak elak selalu menyelipkan namanya dalam sujud panjang, apakah kalian seperti itu ? Rasanya iya, jika melihat update status galau kalian selalu di posting di jejaring sosial.
So, mulai saat ini fokuslah memperbaiki diri, memantaskan diri. Coba evaluasi dan tanya diri kita sudah pantaskah kita menjadi seorang ayah, sudah layakkah kita menjadi seorang ibu. Karena pernikahan tidak hanya antara kamu dan dia, tapi juga antara kamu dan anakmu dengan anaknya kelak, pada level ini modal cinta dan sayang saja tidak cukup. Butuh ilmu, butuh kesadaran serta kesabaran dalam mendidik anak dan menjadikannya generasi yang shaleh dan shaleha, karena itulah sejatinya pernikahan, melanjutkan keturunan untuk melahirkan generasi shaleh dan shaleha.
Panwascam Meral Barat

Mencari Yang Sempurna | Bagian 2

    Tidak ada komentar:


Manusia tidak ada yang sempurna, apa lagi untuk mencari wanita cantiknya seperti Zaskia mecca, akhlaknya seperti ustadzah Oki Setiana Dewi. Dan jika dimundur ke belakang tak setulus khadijah, tak sesabar fatimah, tak setabah maryam, juga tak selembut aisyah, carilah wanita yang memikirkan masa depannya dengan mencoba untuk selalu memperbaiki diri, mengokohkan iman yang tak jarang sering terhempas.

Lihatlah teman kita, sempurnakah mereka ? Mereka pintar, apakah mereka ganteng/cantik? jika iya apakah mereka mapan dan memiliki pasangan, seandainyapun iya jawabannya, bahagiakah mereka dengan pasangan, serta muluskah hubungannya? Jadi jawaban dari tiga pertanyaan tadi sudah termasuk mewakili kategori sempurna, namun tidak ada yang namanya sempurna.


Dengan terpedaya tipu musliat iblis, gejolak dalam suatu hubungan tak bisa terhindari. Rasa puas belum dirasakan akibat masih saja ada kekurangan dari hubungan ini, tidak sempurna di mata lalu tetap memaksakan untuk mengakhirinya. Padahal dari proseslah rasa sempurna hadir di tengah-tengah hubungan.

Ya, itulah sebagian yang dirasakan dan dilakukan. Intinya adalah mereka yang bingung akan jodohnya terlalu fokus pada orangnya. Semestinya, fokus pada diri sendiri dan bagaimana caranya agar hubungan ini di ridhoi Allah swt.

Selasa, 19 Juli 2016

Panwascam Meral Barat

Islam Mengajarkan Pakaian Di Tutup Bukan Di Balut

    Tidak ada komentar:

Dalam era yang modern ini, semua orang ingin tampil dengan pakaian yang serba modern. Hingga pakaian syari terhempas habis dengan perubahan model fashion yang saat ini sedang menjadi trend. Kebanyakan dari wanita muslim yang berjilbab hanya sekedar memakai jilbab tanpa mengetahui hal-hal yang harus diperhatikan dalam berhijab. Kriteria jilbab bukanlah berdasarkan kepantasan atau modefashion yang sedang trend, melainkan berdasarkan alquran dan assunnah. Jika kedua sumber hukum Islam ini telah memutuskan suatu hukum maka siapapun tidah berhak membantahnya.

Firman Allah SWT :
“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” (Qs. Al-ahzab : 36)

Para perancang mode fashion boleh saja mengatakan bahwa hasil rancangannya itu adalah jilbab. Namun jika hal itu ternyata tidak memenuhi syarat yang diperintahkan Allah, maka itu bukanlah jilbab. Sebab dalam syariat Islam pakaian yang disebut dengan jilbab jika memenuhi beberapa syarat yang telah ditentukan. 

Hal tersebut terdapat dalam firman Allah Swt:
 “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain krudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung” (Qs. An-Nur : 31)

Firman Allah Swt dalam surah Al-Ahzab : 59, yang juga menerangkan bahwa:
 “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Qs. Al-Ahzab : 59) 

Dua ayat diatas dengan  tegas menyatakan bahwa jilbab harus menutupi seluruh anggota badan kecuali yang bisa nampak yaitu muka dan telapak tangan. Syarat jilbab syari adalah menutup seluruh aurat, tidak menjadi perhiasan dan pusat perhatian, tidak tipis, tidak ketat, tidak menyerupai lelaki, tidak menyerupai wanita-wanita kafir, tidak menggunakan parfum dan bukan termasuk pakaian syuhrah (hanya untuk popuralitas), di tengah-tengah orang banyak, baik pakaian tersebut mahal yang dipakai seseorang untuk berbangga dengan dunia & perhiasannya, maupun pakaian yang bernilai rendah yang dipakai seseorang untuk menampakkan kezuhudannya dengan tujuan riya.

Dalam alquran talah dijelaskan bahwa jilbab merupakan baju kurung. Misalnya saja seperti gamis ataupun atasan yang longgar dan menggunakan rok. Bukan seperti pada kenyataan saat ini, para muslimah menggunakan jilbab dililit dengan baju dan celana yang ketat. Hal itu sangat bertolak belakang dengan ketentuan dalam alquran dan assunnah. Sesungguhnya jilbab syari ketentuannya berasal dari Allah Swt, sedangkan jilbab gaul itu ketentuannya berasal dari manusia.

Jagalah auratmu dari orang yang tidak berhak melihatnya. Sebab banyaknya kasus pelecehan terjadi terhadap wanita kebanyakan menggunakan jilbab tidak sesuai dengan ketentuan-Nya  sehingga mengundang setan untuk menggoda kaum adam agar melakukan pelecehan. Mata mereka akan terjaga jika muslimah menjaga penampilan sesuai dengan syariat Islam. Islam mengajarkanmu untuk menutupi bukan membungkus aurat mu.

Penulis : Sutianti

Kamis, 14 Juli 2016

Panwascam Meral Barat

7 Alasan Anak Tempatan Wajib Kuliah Di UK dan STIE CAKRAWALA

    Tidak ada komentar:
(Siti Kamisah) Koordinator Bidang Media Informasi dan Komunikasi HIMA-MKP Universitas Karimun

Selalu berkumpul bersama orang-orang sholeh, belajar bersama orang pintar, bermain sepak bola bersama orang pandai. Ujungnya kita akan sukses seperti mereka. 

Demikian dengan dunia perkuliahan yang marak akan peminat-peminat kampus ternama, semua menginginkan tempat kuliah yang baik. Tetapi mereka lupa bahwa kemampuan diri sendirilah yang berperan besar ketimbang lingkungan sekitar. Apa gunanya bila mereka tidak bisa memanfaatkan segala fasilitas yang memanjakan mereka. Fasilitas beserta kelengkapannya berguna untuk menyediakan serta melayani mahasiswa dalam aktivitas perkuliahan, namun jika kesempatan itu dibuang secara percuma akan merugikan diri sendiri. 

Seyogyanya, dalam praktik kehidupan di kampus mahasiswa di tuntut untuk menggunakan seluruh fasilitas tersebut. Dalam hal mencari kampus yang ideal, cama/i (calon mahasiswa/i) selalu menimbangkan beberapa hal. Tidak sedikit yang pusing dengn keadaan seperti ini, salah pilih dan tak berkesan dihati maka yang di dapat putus di tengah jalan.

Berikut adalah 7 alasan kenapa anda harus berkuliah di tempat sendiri, let's go..

1. Anak tempatan wajib memikirkan kampus masa depan di daerahnya.
Agar generasi berikutnya dapat ikut serta dalam program agen of change, dan kalianpun bisa menjadi pionir serta memiliki basis yang cukup besar dalam memajukan derah sendiri. Point pertama ini hanyalah bagi calon mahasiswa yang memikirkan daerahnya untuk berkembang lebih maju, sedikit yang berfikir demikian. Sebab jiwa anak muda sekarang hanya memikirkan kesuksesan diri sendiri, bukan kesuksesan secara berjamaah.

2. Anak tempatan harus mempunyai dedikasi terhadap generasinya dan berikutnya di daerahnya.
Sama seperti di atas, namun pengorbanan ini lebih luas. Lebih condong ke masyarakat dan seiring waktu melalui proses perkuliahan yang rutin dengan mendedikasikan ke masyarakat. Maka peluang anda akan besar di daerah sendiri. Pebisnis, politisi, praktisi, akademisi adalah pekerjaan yang bisa di raih degan mudah.

3. Anak tempatan harus menjadi tuan di rumah sendiri.
Masihkah kalian menginginkan orang luar memimpin kabupaten ini ? Tentu tidak, idealis seperti ini harus ada dikalangan mahasiswa terutama kalian anak tempatan. Jangan mau di injak oleh orang luar yang sombong akan kesuksesannya di bukan tanah kelahirannya, saatnya kita memikirkan untuk memajukan daerah sendiri.

4. Peluang anak tempatan terbuka lebar.
Peluang yang dimaksud adalah dalam masa perkuliahan, jika anda kurang dalam segi kebutuhan ekonomi pastinya mahasiswa tempatan yang lebih di prioritaskan dari pada mahasiswa luar untuk mendapatkan beasiswa dan bantuan lainnya. Terlebih lagi anda tergolong mahasiswa berprestasi akademik maupun non akademik. Bukan beasiswa saja, dengan label anak tempatan yang berkuliah di UK/STIE Cakrawala bisa jadi melenggangkan kalian ke perusahaan besar. Dimana setiap perusahaan di karimun wajib menggunakan jasa anak tempatan, namun entah kenapa sekarang terbalik. Namun ini hanya tarik ulur, di suatu hari nanti jika pengangguran dibanjir oleh anak tempatan -mahasiswa, mereka akan goyah juga dan regulasi diganti yang baru.

5. Bergaya sesuai isi dompet.
Kuliah di jakarta namun penghasilan pas-pasan, syukur jika mendapatkan beasiswa. Kalau IQ-nya rendah, lebih baik kuliah di tanah kelahiran sendiri ketimbang diluar. Biaya hidup mahal, belom lagi uang semster yang harus di bayar. Tapi lain cerita jika modal nekat yang di pertaruhkan, namun sebaiknya berfikir lagi sebanyak mungkin untuk melakukan hal berani tersebut.

6. Hidup akan mudah bagi cama dan cami yang tidak bisa jauh dari orang tua.
Ini adalah 1 alasan yang tidak masuk akal, namun sekarang bukan era 90-an kebawah. Melihat kondisi sekarang orang tua selalu diprioritaskan anak muda sekarang. Apa lagi mahasiswa yang berhasrat kuliah di luar namun orang tua harus ada di sisinya juga. Baik itu alasan untuk menjaga kesehatannya, tidak terbiasa tanpanya, dan rasa kesepian adalah penyakit baru anak muda untuk di zaman modern ini. Agaknya perkembangan zamanlah yang menjadi generasi indonesia cengeng dan lemah tanpa kehadiran mereka.

7. Bisa lebih fokus dalam penyelesaian tahap akhir.
No 7 ini sebenarnya sama saja disetiap kampus di indonesia, dan tergantung kualitas mahasiawanya bukan daerahnya. Namun faktor memahami kondisi lebih awal juga menunjang cepat selesainya masa kuliah kita. Gerakan tangan untuk mengetik skripsi akan cepat mengalir jika temanya terkait dengan segala permasalahan yang sering di hadapi. Dan cara mendapatkan sumber dan rujukannya tidak perlu sulit, sebab anak tempatan selain di prioritaskan dalam segala hal akan mendukung jika tujuannya demi kemajuan pendidikan di daerah, juga tahu sendiri akan dinamika yang ada pada Karimun.

Kamis, 09 Juni 2016

Panwascam Meral Barat

Makna Merantau Menurut Mahasiswi UK

    Tidak ada komentar:

Hidup di dunia ini tidak semanis buah kurma, juga tidak mudah menaklukan tantangan seperti mudahnya membalikkan telapak tangan. Kiasan ini hanya bisa diaplikasikan pada kehidupan setelah di dunia, yakni di akhirat menuju kehidupan surga yang abadi nan indah sebagaimana yang kita impikan di dunia.
Semua orang sudah paham akan konsep ujian hidup, namun sedikit orang yang paham ataupun kurang meyakini bahwa ujian yang diberikan oleh allah tidak akan berat dibandingkan sebatas kemampuan manusia. Mereka yang tidak menyelesaikan misinya itu ada beberapa faktor, salah satunya kurang berilmu dalam agama.

Menurut Rahma, cobaan, ujian, tantangan atau sejenisnya itu ibarat makan sayur tanpa garam. Rasanya tawar disantappun tidak sedap. Seandainya hidup di dunia hanya datar saja, cobaan dan prestasi tidak didapati yang dihasilkan akhirnya akan terasa hampa dan tidak bermakna. Terlepas dari pada itu tuhan sekalipun tidak mungkin mau menerapkan konsep tersebut. Sebab cobaan hidup sudah menjadi rumusnya dunia. Dan rumus itu sudah dari sononya kata mahasiswi fakuktas ekonomi U.K ini.

Dia melanjutkan bahwa di dunia bak seperti seorang perantauan. Jika kita terlahir berasal dari dimensi lain maka kita hidup tujuaannya untuk dimensi lain yakni surga. Begitu juga dengan hidup seorang perantauan. Ia terlahir dari kampungnya dan hidup untuk kampungnya. Biasanya perantauan ini adalah ciri-ciri orang yang memikirkan orang lain. Memang untuk perumpamaam perantauan ini begitu luas maknanya, banyak teori lain mengenai hal ini. Namun secara kesamaannya adalah sama-sama memikirkan bagaimana nasib kita nanti di kampung halaman -akhirat.

Mengenai kampug halaman, mahasiswi yang bernama lengkap Rahma Dewi Susanti ini berasal dari kota Tembilahan. Yang beralamat di kabupaten indra giri hilir provinsi riau. Merantau ke karimun setelah menyelesaikan pendidikan SMA di tembilahan, kini ia duduk di bangku kuliah jurusan akutansi semester 2 Universitas Karimun.

Kegiatan yang ia lakukan di bulan ramdhan sekarang adalah mengajar di TPQ As-sunnah. Di sela-sela kesibukannya sebagai mahasiswi ia sempatkan juga mengajar pada pagi hari lalu malamnya di lanjutkan dengan kuliah. Jadwal padat ini belum termasuk kerja lainnya dalam mengurusi rumah, berkat kepiawaian dalam memanajemenkam waktu ia berhasil menyelesaikan ini semua.

Terasa nikmat mengajar anak itu, katanya lagi. Apa lagi bangga ketika anak-anak ini kompak saat bermain games dan serius saat mengerjakan ibadah sholat dan mengaji bersama. Ia menambahkan dengan perasaan bahagia setelah mengetahui makna serta dampak positif dari mengajar.

Berikut foto-foto Rahma dan beberapa anak didiknya di TPQ As-Sunnah yang beralamat di perumahan taman imperium.


 




Rabu, 08 Juni 2016

Panwascam Meral Barat

Mahasiswa UK Survei Harga Sembako

    Tidak ada komentar:
Bulan ramadhan telah tiba, semua kebutuhan akan lebih banyak dari hari yang  biasanya. Akan hal ini para pedagang tentunya berbondong-bondong dalam mengumpulkan stoknya guna memenuhi permintaan pasar. Moment seperti ini tidak akan dijumpai lagi pada minggu atau bulan berikutnya karena agenda ini hanya ada dalam setahun sekali. Bila habis terjual keuntungan besarpun akan diraih, namun jika setelah ramadhan tidak laku juga maka di hari raya pada umumnya mereka menjualnya dengan meletakan harga di bawah standart. Tujuannya yakni mengembalikan modal awal, jadi jangan heran jika fenomena seperti ini belum berakhir sampai sekarang, sebab inilah jalan tengah yang terbaik.

Untuk mengantisipasi kelonjakan harga di atas sewajarnya menjelang hari raya idul fitri, fakultas ekonomi universitas karimun langsung menerjunkan para mahasiswa/i-nya untuk turun ke lapangan guna memenuhi mata kuliah pengantar ekonomi mikro pada prodi ekonomi semester 2.

Kurang dari 1 minggu mereka dituntut untuk mensurvei harga kebutuhan  masyarakat dengan kelompok yang telah dibagikan. Sasaran yang mereka tuju beragam, pasar maimun dan pasar pn pastinya menjadi prioritas serta minimarket yang ada di kabupaten karimun tak luput dari jangkauan mereka.

Aksi yang dilakukan teman-teman UK ini sangat tepat, selain mengamankan harga sembako dan menstabilkan daya beli masyarakat kaum menengah dan ke bawah, juga menghindari dari praktek menjual dengan harga tinggi yang sering kita jumpai diluar, yang paling rawan dalam soal menaikan harga ialah minimarket, pada kesempatan inilah keuntungan harus diraih sebanyak-banyaknya.
Inilah kegiatan yang kami lakukan sejak tanggal 3 juni 2016.
Berikut dokumentasinya.

Kamis, 26 Mei 2016

Panwascam Meral Barat

Paham Mahasiswa Terhadap Organisasi

    Tidak ada komentar:
Secara hakekat organisasi yang diikuti pemuda dan mahasiswa tidak memberikan kontribusi berarti bila di pandang dari jangka pendek. Karena akan mengorbankan kuliah, tugas, waktu, materi dan sebagainya. Artinya, segala sesuatu terpusat hanya pada organisasi dan yang lebih penting terabaikan. Semua itu akan berbanding terbalik bila melihat kedepannya. Sebab, di organisasi kita diajarkan manajemen waktu walau sebenarnya tidak diajarkan dari senior atau ahli, melainkan dari proses mengikuti kegiatan organisasi itu sendiri.

Memang, keengganan mereka menerjuni dunia organisasi tampaknya di pengaruhi oleh nilai IP, inilah masalah yang mendominasi. Mereka khawatir akan anjlok bila mengikuti organisasi. Pada dasarnya IP (Indeks Prestasi) adalah parameter mahasiswa dalam kemampuan rasio, dan organisasi adalah wadahnya. Jadi saya fikir semua mahasiswa wajib mengikuti organisasi. Ini terlihat ekstrem bagi sebagian mahasiswa. Akan tetapi ini sejalan dengan sifat mahasiswa yang kritis, dimana ide-ide kreatif akan dapat tertuang di dalam wadah tersebut, terlebih mahasiswa adalah agen perubahan.

Bila mengacu pada sejarah, lengsernya Suharto disebabkan oleh bersatunya seluruh mahasiswa yang dikenal dengan Gerakan Mahasiswa Indonesia tahun 1998. Jauh sebelum presiden Indonesia ke dua ini hidup, pemuda di kalangan mahasiswa berbondong-bondong memasuki hingga membentuk organisasi demi menghalau penjajah. Kini, mahasiswa sekarang sudah tidak seperti mahasiswa dulu, sudah kehilangan taring. Jika pun ada itu hanya sebagian, tidak seperti dahulu yang bersatu padu untuk merebut demokrasi. Sampai-sampai sang proklamator pun dapat di tumbangkan.

“Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncang dunia” kata Bung Karno. Seandainya ia hidup kembali dan memanggil pemuda, maka pastikan kita 1 diantara mereka. Tapi itu tidak mungkin terjadi, dan sekarang waktunya mahasiswa mencontohi sikap Bung Karno yang banyak mengikuti organisasi nasional maupun internasional. Berkat kepiawan beliau Indonesia telah banyak dikenal di seluruh dunia, bahkan dikenal dengan negara yang selalu memelopori suatu organisasi internasional.
Salam Pergerakkan!!