Featured

Beauty

Tampilkan postingan dengan label Masyarakat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Masyarakat. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 November 2016

Panwascam Meral Barat

Bhineka Mulai Pudar Tunggal Ika Samar-samar

    Tidak ada komentar:

Tersiar berita si Ahok ditetapkan tersangka oleh pihak kepolisian. Berita ini tidak sama sekali mengejutkan bagi rakyat indonesia yang mengikuti perkembangan berita politik di tanah air. Karena sedikit peluang Ahok untuk lepas dari jeratan hukum setelah tanda-tanda dari pemerintah telah menunjukkan keseriusannya dalam menangani kasus ini.

Bukan tidak mungkin nanti dalam perkembangan isu ini akan menjadi babak panjang seperti kasus Kopi Maut yang di menjadi terdakwa Jessica. Karena masalah ini masih mengandung kontroversi, selain di anggap sebagai orang yang tidak bersalah, pihak yang pro terhadap Ahok menuding bahwa Ahok telah menjadi korban dari pertarungan pesta politik yang kotor serta tumbal dari terkondusifnya suasana yang sensitif ini. Sehingga walau dalam pembuktiannya Ahok tidak bersalah mau tidak mau Ahok akan tetap dipenjara demi keinginan suatu golongan.

Sepertinya ini menjadi masalah panjang bagi kita masyarakat indonesia yang terdiri dari berbagai suku, ras dan agama. Bukan saja pihak terkait yang mengusut harus berkeringat panjang. Masyarakat yang mengikuti mungkin akan capek dan segera merapatkan barisan dengan berbagai ideologinya untuk mempertahankan sebuah kepercayaannya masing-masing. Potensi kegiatan saparatis mungkin akan terbalik, dimana akan berada di tangan minoritas.

Kemudian, adanya isu ini membuat pemerintah mempunyai tugas yang begitu berat. Jika tidak dibaca dengan baik. Situasi yang sudah mulai sejuk akan menjadi panas lagi dengan pergejolakan yang tersamarkan oleh isu-isu baru akibat ketidakwaspadaan pemerintah untuk menanggulangi ancaman tersebut.

Provokasi akan ada dimana-mana baik itu dari masing-masing pendukung pihak yang terkait dan juga tentunya dari pihak asing. Kedua pemain ini sama besar bahayanya dan salah satunya pasti akan memenangi pertaruhan ini untuk menghancurkan NKRI. Lambat tapi pasti kita sudah mulai di hancurkan. Sadarlah ...

Kamis, 04 Agustus 2016

Panwascam Meral Barat

Masih Muda Sudah Berani Berhijrah

    Tidak ada komentar:

Assalamualaikum..

Ada cerita yang menarik pada malam rabu (3-8-2016). Menjelang tengah malam suasana malam di batu lipai seperti biasa, sepi, namun kendaraan tetap saja berlalu lalang. Ada pemandangan yang tampak aneh tetapi bagi saya sungguh luar biasa pada malam itu, dengan mengendarai sepeda motor matic dua wanita yang berboncoengan ini masuk ke minimarket My Mart. Sengaja saya berdiri di depan pasar swalayan tersebut, sebab malam itu saya ingin mengambil surat lamaran pekerjaan seseorang untuk membantu mencari pekerjaannya.

Baca artikel : Karena Cadar

Sejenak terlintas bahwa mereka adalah wanita muslim yang taat, pastilah keturunan habib, kia'i terlebih ulama besar. dan sejak kecil di ajar serta di didik di pesantren. Melihat dari postur tubuh mereka tidaklah begitu besar, agaknya mereka baru usia belia yang sedang menuju remaja. Hati kecil saya berkata " Sungguh beruntung seorang pria bila mendapatkan dari salah satu dari kalian, seandainya aku sudah siap seperti kalianlah yang akan aku pinang ". Haha, ngawurr.. Kerja aja belum tetap.

Pemandangan itu menjadi ajang sebuah kejutan, pemilik minimarket dan pengunjung melirik-lirik apa yang mereka lakukan, maklum rasa curiga telah melekat pada dua gadis muslimah tersebut. Dengan pakaian berwarna hitam lengkap dengan cadarnya, seolah mereka bukan warga republik ini, alihan merek tentu tertuju pada negara arab dan negara yang sedang berperang -sebut saja ISIS. Sebuah negara buatan yang ingin mendirikan negara islam dengan pemahaman mengikuti sunnah nabi. Akhir-akhir ini di media selalu ada pemberitaan kelompok saparatis, jubah-jubah seperti ini selalu berada di belakang aksi mereka, yakni istri-istri yang setia bersama suaminya, mereka pemberontak yang mengatas namakan agama islam.

Wassalam..

Minggu, 10 Juli 2016

Panwascam Meral Barat

Hidup Bahagia Dengan Belajar Kekurangan Dari Pasangan Kita

    Tidak ada komentar:
Anita Karimun
Tidak ada manusia yang sempurna. Sebuah kalimat klise (tiruan), namun sangat mendalam artinya. Manusia yang menuntut kesempurnaan dari sesuatu hanya akan menemukan bahwa dirinya telah menjadi pribadi yang kurang bersyukur. Begitupun dalam kehidupan suami dan istri sehari hari. Sebuah hubungan yang sempurna tidak berarti selalu baik dan harmonis dan atau mempunyai kesamaan dalam segala hal. Namun kesempurnaan adalah tentang melengkapi dan mengerti satu sama lain. Itulah rahasia Allah azza wa jalla yang tersimpan dengan nama Perbedaan. Suami istri mempunyai latar belakang, pemikiran dan banyak hal lain yang berbeda, namun justru disinilah nikmatnya, perbedaan itu bisa menjadi pelengkap bagi kekurangan satu dengan yang lain. 

Perbedaan hanya akan menjadikan konflik yang tidak sehat jika seseorang suami atau istri kekeh menilai pasangannya tidak sejalan dengan keinginan ataupun selera mereka. Tapi bukankah pernikahan adalah tentang "kita" dan bukan " kamu" atau " aku" ?.

Keegoisan dan penilaian dengan harga mati atas kekurangan pasangan kita adalah salah satu sumber yang tidak sehat dalam hubungan keluarga. Bukankah manusia tempatnya salah dan lupa? dan kalausaja mereka tahu dari awal tentang efek buruk dari kesalahan itu, mereka akan sangat menjauhkan diri dari melakukan kesalahan dan atau mengijinkan diri mereka mempunyai kekurangan  tersebut? Dari itulah Allah mengajarkan kita tentang indahnya memaafkan.

Dan bukankah suami istri hanyalah sebagai manusia yang hanya dapat menerima tanpa bisa "memesan" karakter, sifat ataupun kekurangan yang diberikan Allah kepada mereka. Cara cantik yang justru diberikan Allah inilah yang bisa dimanfaatkan sebagai ladang amal dan ibadah untuk menciptakan sebuah kesempurnaan, yaitu lewat perpaduan dua perbedaan dari suami dan istri. 

Dengan adanya kesadaran dan kerelaan hati memahami itu semua, insyaallah keadaan rumah tangga akan lebih mententramkan, dan insyaallah menjauhkan sebuah hubungan dari konflik yang merusak. kadang tanpa kita sadari, atas nama ego dan atau pembenaran terhadap ego masing masing, suami atau istri memulai sebuah konflik. Namun bagi mereka yang ingin benar benar membina hubungan yang harmonis, konflik akan "berlangsung" secara sehat tanpa harus saling menyakiti atau malah mendzholimi di akhir ceritanya. Jadi, konflik memang tidak selalunya buruk. Hal ini berlaku bagi suami istri yang mau belajar dan ingin mendidik diri untuk lebih mendapatkan keluasan hati. Sebagai hasilnya, mereka akan menjadikan konflik sebagai cara untuk introspeksi dan mengetahui kekurangan masing masing.

Lihat juga artikel Pacaran ? Nabi Muhammad Juga Mengalaminya (tetapi secara islami)

Selamat menikmati kekurangan yang ada pada pasangan kita, dan mari menjadikannya sebagai ladang amal ibadah untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Semua yang terjadi dan apa yang Allah takdirkan atas kita pasti mengandung sebuah misi untuk menjadikan kita pribadi yang belajar, dewasa, dan belajar untuk dewasa. Walaupun ada banyak kekurangan pasangan kita, insyaallah terkandung lebih banyak kebaikan, dan bahkan bisa jadi kekurangan yang diasah secara lembut dan lebih telaten, lambat laun akan berubah menjadi kelebihan. Semua itu tergantung bagaimana kita menyikapi dan bersyukur atas hal yang bernama kekurangan.