Featured

Beauty

Tampilkan postingan dengan label Ulasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ulasan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Oktober 2016

Panwascam Meral Barat

Arti Kehidupan Dari Sosok Merpati

    Tidak ada komentar:

Terkadang manusia tidak sadar dengan tugas dan kewajibannya baik itu kepada penciptanya maupun kepada sesama manusia. Maka dari itu, agar kehidupan kita berguna bagi orang banyak maka sudah sepatutnya kita belajar dari burung merpati. Kenapa? karena burung ini patut kita jadikan sebagai contoh untuk beberapa aspek kehidupan yang biasa kita lewati sehari harinya.

Dalam segi percintaan, burung yang satu ini tidak pernah untuk berganti ganti pasangan. Karena burung ini hanya memiliki 1 kekasih sepanjang umurnya. Banyak dikalangan anak muda burung merpati sebagai simbol kesetiaan. Kemudian, Burung merpati adalah hewan yang tahu kemana mereka harus pulang. Seberapapun jauh burung ini terbang mengudara pasti dia tahu dimana posisi rumahnya dan tempat dimana mereka menghabiskan sebagian hidupnya, karena burung merpati tidak ada yang pulang ke rumah orang lain. 

Burung merpati adalah burung yang sangat romantis. Itu pengertian bagi sebagian orang yang mengamati burung secara ekslusif. Dimana ketika burung jantan memberikan sebuah pujian pasti burung betinanya tertunduk malu, maka tak ada burung merpati yang saling mencaci maki. Dan rasa kebenciannya konon tidak pernah ada karena hewan ini tidak memiliki empedu.

Burung merpati tahu bagaimana pentingnya kerjasama. ketika mereka bekerja sama membuat sarang. Sang jantan dan betina saling silih berganti membawa ranting untuk sarang anak-anak mereka. Apabila sang betina mengerami, sang jantan berjaga di luar kandang. Dan apabila sang betina kelelahan, sang jantan gantian mengerami. Mereka tak pernah sama sekali untuk melemparkan tugas yang sudah menjadi kewajiban mereka.

Jika, burung merpati saja bisa melakukan beberapa kemuliaan itu, kenapa manusia yang telah diberikan organ tubuh yang begitu sempurna oleh Tuhan tak mampu melakukan seperti apa yang di lakukan oleh burung merpati itu? Sudah seyogyanya kalian bahkan sayapun meniru apa yang telah menjadi kebiasaan dari burung merpati ini agar kehidupan kita semua lebih baik ke depannya.

Rabu, 12 Oktober 2016

Panwascam Meral Barat

Strukturisasi Skripsi, Tesis, atau Disertasi Dalam Satu Diagram

    Tidak ada komentar:
Menulis skripsi, tesis, atau disertasi bukan hanya sekedar menyusun kalimat untuk membangun konten dari bagian-bagian naskah ilmiah tersebut. Yang tidak kalah pentingnya adalah menjamin keruntutan antara satu bagian dengan bagian yang lain. Kelancaran “aliran” ide dan penjelasan inilah yang membuat naskah skripsi, tesis, dan disertasi menjadi enak dibaca. Di atas adalah struktur strukturisasi skripsi, tesis, atau disertasi — dalam satu diagram yang dihimpun dari www.ug.ac.id
Panwascam Meral Barat

Cerita Sore ; Mobil Kecil Bapak Tua Mogok di Tengah Jalan Batu Lipai

    1 komentar:

Foto di atas tidaklah seperti cerita yang ingin aku sampaian sore ini. Bentuk mobil kecil bapak tua yang ingin aku ceritakan sangat jauh seperti foto diatas, sengaja tidak aku foto kejadian tadi. Rasa malu bukan menyelemimutiku tetapi rasa iba yang mendorong aku untuk memutuskan foto di atas sebagai kebalikannya atas apa yang aku lihat barusan.

Hari ini sengaja aku pulang melalui jalan bawah yakni melewati depan salemba, tidak seperti biasanya aku melewati jalan ini. Karena jalan yang sering kulalui adalah melewati jalan poros menuju arah batu lipai.

Saat di pertigaan lampu merah simpang tiga SMA 2 Karimun, ku melaju dengan gigi dua lalu transaksi ke berikutnya. Tiba di gang pertama rumahku, kejadian yang tidak disangka terjadi tepat disebelahku. Saat aku berpapasan dengan seorang pengendara mobil tua di jalan jalan Batu Lipai. Spontanitas aku menoleh, ternyata mobil kecil bapak tua, yang selama ini menjadi buah bibir masyarakat Karimun atas kepiawaiannya dalam mengelola mobil kecilnya menjadi mobil seperti pada umunya. Namun kali ini warnanya tidak merah seperti yang sering kita lihat di jalanan atau di SPBU Poros. Warnanya berganti menjadi warna besi tua yang berkarat.

Kembali pada cerita, pada saat kami berpapasan pada pukul jam 15.45 aku mendengar sebuah besi tua jatuh ke tanah sehingga suara nyaring tersebutlah membuat aku terkejut dan menoleh, bukan aku saja masyarakat di pinggiran jalan pun tersentak melihat apa yang sedang terjadi. Di amati dengan seksama ternyata besi tersebut adalah salah satu bagian mesin mobil tua bapak tadi yang jatuh.

Lama aku berhenti di depang gang minimarket My Mart, hanya untuk melihat apa yang akan dilakukan bapak tua itu. Saat ia keluar, aku merasakan rasa simpati yang sungguh teramat dalam. Dengan kondisi anggota tubuh yang jauh dari kata sempurna tak membuat ia malu untuk memperbaiki mobil tuanya. Hati ku semakin miris saatnya ia menyebrang sendirian hanya dengan kaki yang tidak sempurna tersebut. Tampaknya ia menuju ke bengkel yang tak jauh dari lokasi kejadian.

Akhirnya, aku merasa lega setelah beberapa warga datang ingin membantunya. Dan aku pun pulang ketika hasrat untuk membagikan cerita ini di dalam blogku terwujud.

Kemudian untuk menutup akhir cerita ini, ada kalanya kita merenung sejenak hikmah dari cerita di atas. Bahwa seorang Muslim hendaknya berupaya untuk membantu Muslim lainnya. Membantu bisa dengan ilmu, harta, bimbingan, nasehat, saran yang baik, dengan tenaga dan lainnya.



Jumat, 07 Oktober 2016

Panwascam Meral Barat

Evaluasi Pembelajaran Bagi Dosen dan Mahasiswa (EDOM)

    Tidak ada komentar:

Dengan mengisi EDOM berarti mahasiswa telah berpartisipasi untuk membantu meningkatkan mutu pembelajaran. EDOM bermanfaat bagi dosen untuk memperbaiki diri bila memang masih terdapat kekurangan serta mengembangkan potensi dan kelebihan yang dimilikinya. Bagi manajemen Universitas, fakultas, dan departemen (program studi), hasil EDOM dapat dijadikan acuan dalam menyusun program peningkatan mutu proses pembelajaran dan kinerja dosen. Dan yang terpenting bagi mahasiswa, dapat merasakan peningkatan mutu proses pembelajaran yang terus menerus.

Salah satu bagian untuk meningkatkan dan mengembangkan kompetensi pedagogik (seni menjadi guru) dosen adalah penilaian dan evaluasi pembelajaran. Kuesioner menjadi salah satu alternatif cara yang bisa digunakan oleh pihak pendidik untuk menilai dan mengevaluasi kompetensi pedagogik yang dimilikinya. Cara ini tentu akan mempermudah dosen untuk melakukan perbaikan terhadap berbagai hal yang terkait dengan proses pengajaran di kelas. Metode ini bisa digunakan ketika proses perkuliahan akan selesai dalam satu semester sehingga proses penilaian dan evaluasi dilakukan setiap semester. Tidak hanya untuk menilai kompetensi pedagogik dosen, kuesioner tersebut juga bisa digunakan untuk mengevaluasi mata kuliah yang ditawarkan kepada mahasiswa. Dengan kata lain, metode ini juga bisa digunakan untuk menilai dan mengevaluasi substansi dari mata kuliah yang diajarkan dalam proses perkuliahan.

Kuesioner penilaian dan evaluasi pembelajaran tersebut juga sebenarnya bisa dijadikan sebagai survey kepada mahasiswa terhadap tingkat kepuasan mereka terhadap pelayanan yang diberikan selama proses perkuliahan. Dengan kata lain, kuesioner tersebut bisa menggunakan indikator berupa angka-angka yang menyatakan setuju atau tidak setuju terhadap sebuah pernyataan. Selanjutnya, mahasiswa hanya memberikan penilaian terhadap pernyataan-pernyataan yang tertuang di dalam kuesioner tersebut. 

Kamis, 06 Oktober 2016

Panwascam Meral Barat

Silabus Adalah Indikator Hasil Mengajar Dosen Terhadap Mahasiswa

    Tidak ada komentar:

Setiap dosen mempunyai cara dan metode megajar yang berbeda-beda, perlu disadari bersama bahwa cara yang menoton membawa keburukan pada mahasiswa dan juga dosen itu sendiri. Ketika dosen dituntut untuk merubah metode pengajarannya dengan cara keinginan mahasiswa maka penyesuaian akan memakan waktu, sehingga kreatif dan inovasilah yang sekarang perlu diperlihatkan.

Dalam berkreasi perlu adanya pedoman/petunjuk dari mata kuliah yang di ajarkan tersebut agar tidak banyak di isi degan ilmu-ilmu di luar konteks mata kuliah. Yakni silabus, suatu rencana pembelajaran pada sebuah mata pelajaran yang wajib meliputi komponen-komponen penting, mulai dari standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, hingga sumber belajar. Alhasil dosen yang menggunakan silabus akan mengetahui dan bisa menilai berhasil atau tidaknya ia mengajar pada mata kuliah tertentu dalam satu semester, hematnya silabus dipakai sebagai pedoman para dosen untuk menyusun rencana dan menjalankan program perkuliahan.

Suatu hal kewajaran dalam proses berkuliah sesuatu ilmu yang diajarkan melenceng juga dibahas namun dalam skala yang wajar saja. Tetapi ketika seorang pengajar sudah terlalu asyik dengan mengulas bahan diluar konteks makul yang di ajarkannya patut dipertanyakan hal tersebut. Apakah ada unsur kesengajaan agar mencairnya suasana dengan komplikasi dari berbagai hal menarik seperti pengalaman, pekerjaan serta harapan? Atau spontanitas akibat kurangnya bahan serta faktor-faktor yang menunjang dalam mengajar makul tersebut??

Kamis, 29 September 2016

Panwascam Meral Barat

Hukum Alam : Dimana-Mana Mayoritas yang Mendominasi




"Melindungi minoritas adalah keharusan - tapi terus melemahkan mayoritas adalah kebodohan."

Majority (kelompok terbesar) dalam suatu wilayah sudah sepatutnya mengambil alih tampuk kekuasaan dalam bidang apapun, termasuk dalam menjalankan roda pemerintahannya. Tidak ada ceritanya di dunia ini minoritas bisa memimpin mayoritas, apapun itu alasannya sebab sudah menjadi hukum alam (sunnatullah).

Di wilayah yang mayoritas penduduknya beragama Islam, maka wajib hukumnya untuk mengangkat pemimpin di sana adalah umat Islamnya. Demikian pula jika di negeri atau wilayah yang mayoritasnya non muslim, maka berlakulah hukum yang sama (azaz keadilan).

Tidak bisa diabaikan dan tak bisa dibolak-balik. Pengabaian terhadap “hukum” ini sama saja artinya dengan melakukan pelecehan dan merendahkan suara kaum mayoritas, akibatnya tentu saja akan menimbulkan konflik yang cukup fatal. Makanya di Bali dan Papua tak mungkin dipimpin gubernur muslim.Keseimbangan itulah yang tetap membuat kehidupan sosial berjalan dengan aman dan damai.